Kesj. Sosial
Adapun hasil peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat kami sampaikan. Pertama, program penanggulangan kemiskinan dapat kami sampaikan keluarga miskin di Kabupaten Boyolali pada tahun 2008 jumlah 91.754 KK atau 32,26% dari jumlah KK, dibanding dengan tahun 2007 turun sejumlah 3.099 KK atau turun sebesar 2,61% dari 34,87%.
Dari sejumlah KK miskin tahun 2008 tersebut bahwa 16.732 KK adalah KK miskin baru. Penambahan KK miskin baru tertinggi di Kecamatan Ampel sejumlah 2.456 KK dan terendah di Kecamatan Simo sejumlah 258 KK.
Apabila dilihat tiap kecamatan diketahui terdapat 11 kecamatan yang mengalami penurunan, paling tinggi penurunannya adalah Kecamatan Karanggede sejumlah 10,45% dan yang terendah adalah Kecamatan Teras sejumlah 2,02%. Sedangkan 8 kecamatan mengalami peningkatan, tertinggi yaitu Kecamatan Cepogo sejumlah 5,75% dan yang terendah Kecamatan Mojosongo sejumlah 0,44%.
Kedua, untuk melihat tingkat keberhasilan dalam pembangunan manusia, dapat dilihat dari angka Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Menurut Skala Internasional dalam perhitungan IPM, berdasarkan indeks yang disusun dapat dikategorikan suatu wilayah ke dalam tiga kelompok tingkat keberhasilan pembangunan manusia, sebagai berikut:
-
Skor IPM kurang dari angka 50, dikategorikan tingkat pembangunan manusianya masih rendah atau kurang;
-
Skor diantara angka 51 s/d 79,99, dikategorikan tingkat pembangunann manusianya cukup atau sedang;
-
Skor diatas 80 keatas, dikategorikan tingkat pembangunan manusianya di suatu daerah tinggi.
Adapun angka IPM Kabupaten Boyolali pada tahun 2007, sebesar 69,72. Angka tersebut menunjukkan bahwa, Kabupaten Boyolali masuk kategori menengah. Perkembangan Nilai IPM Kabupaten Boyolali dari tahun 2001-2007 dapat ditunjukkan tabel berikut.
Tabel I.8
Perkembangan Nilai IPM Kabupaten Boyolali
Tahun 2001-2007
-
Tahun
2001
2002
2003
2006
2007
Nilai IPM
66,9
65,6
66,6
69,2
69,72
Sumber data : Bappeda Kab. Boyolali






