logo boyolali
PEMERINTAH KABUPATEN BOYOLALI 05 Sep 2010    -    02:47:26



Ampel

KECAMATAN AMPEL


 
     VISI DAN MISI
Sesuai dengan tugas dan fungsi Kantor Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategik ( Renstra ) Tahun 2006 – 2010 yakni dengan memperhitungkan kekuatan ( strength ), kelemahan ( weakness ), peluang ( oppurtunities ) dan ancaman ( threatness ) atau kendala yang timbul, menetapkan visi dan misi guna pencapaian sasaran diuraikan sebagai berikut:
Visi
 ” Terwujudnya Sistem Pemerintahan Yang Efektif Sehingga Mampu Meningkatkan Pelayanan Dan Kesejahteraan Masyarakat ”.
Misi 


  1. Penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan efisien.
  2. Pengembangan kemampuan administrasi pemerintah dan pembangunan.
  3. Peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.
  4. Peningkatan pemberdayaan masyarakat.

PROFIL CAMAT


Nama : Drs. Susilo Hartono
NIP : 196805291988031002
Pangkat/Gol.  
Alamat Kantor : Jl. Gladagsari, Ampel, Boyolali
Telpon Kantor : 0276 - 331345




PROFIL DAERAH

Kondisi Geografis

Kecamatan Ampel merupakan salah satu dari 19 Kecamatan yang ada diwilayah Kabupaten Boyolali yang memiliki batas-batas wilayah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara : Kabupaten Semarang
  • Sebelah Selatan : Kabupaten Semarang
  • Sebelah Timur : Kecamatan Cepogo
  • Sebelah Barat : Kecamatan Selo, Kabupaten Magelang

Berdasarkan Kecamatan Ampel dalam angka Tahun 2007, Kecamatan Ampel terdiri dari 20 desa, 358 Dukuh, 149 RW dan 539 RT. Adapun luas wilayahnya seluas 8.468,0571 Ha.


TOPOGRAFI

Kecamatan Ampel terletak pada ketinggian 520 – 1.840 meter diatas permukaan air laut ( mpdl ), dan memiliki temperatur udara rata-rata antara 26C – 30C. Curah hujan tertinggi muncul antara bulan Desember – Maret, berkisar antara 300 – 350 mm per bulan, sehingga pada bulan-bulan tersebut perlu diwaspadai desa-desa yang berada di lereng Gunung Merbabu karena rawan terjadi tanah longsor. Desa-desa tersebut yaitu Jlarem, Sampetan, Ngadirojo, Ngargoloko, Candisari dan Ngagrong. Pada waktu musim kemarau 6 desa tersebut juga harus extra hati-hati karena juga rawan terhadap bencana kebakaran.


LUAS WILAYAH per DESA

Tabel 4

Luas wilayah per desa

NO

DESA

LUAS ( Ha )

PROSENTASE ( % )

1

Urutsewu

267,0495

2,95

2

Gondangslamet

138,0000

1,52

3

Ngampon

188,2575

2,08

4

Ngenden

114,7665

1,27

5

Selodoko

329,8800

3,65

6

Candi

425,2400

4,71

7

Sidomulyo

439,7750

4,86

8

Ngargosari

511,8985

5,66

9

Banyuanyar

291,8850

3,23

10

Seboto

493,005

5,45

11

Tanduk

331,0000

3,66

12

Gladagsari

298,2070

3,31

13

Kembang

604,0530

6,68

14

Candisari

482,3750

5,34

15

Ngagrong

815,3000

9,03

16

Ngargoloko

389,0000

4,31

17

Kaligentong

350,0000

3,87

18

Ngadirojo

894,4695

9,89

19

Sampetan

1.055,0483

11,67

20

Jlarem

619,9070

6,86

J U M L A H

9.039,1168

100

Kondisi Kependudukan
  • Jumlah dan Kepadatan penduduk
Jumlah penduduk Kecamatan Ampel pada Tahun 2007 sebanyak 68.498 jiwa yang terdiri dari laki-laki 33.417 jiwa dan perempuan 35.081 jiwa dengan tingkat tingkat kepadatan 758 jiwa / km2.
  • Tingkat Pendidikan
Berdasarkan Kecamatan Dalam Angka Tahun 2007, jumlah penduduk Kecamatan Ampel berdasarkan pendidikan tertinggi yang ditamatkan, maka diperoleh data sebagai berikut :
  1. PT / D IV berjumlah 205 jiwa atau 0,3 % dari jumlah penduduk.
  2. Akademi berjumlah 56 jiwa atau 0,08 % dari jumlah penduduk.
  3. D I / D II berjumlah 172 jiwa atau 0,25 % dari jumlah penduduk.
  4. SLTA berjumlah 2.846 jiwa atau 4,15 % dari jumlah penduduk.
  5. SLTP berjumlah 5.967 jiwa atau 8,71 % dari jumlah penduduk.
  6. SD berjumlah 22.619 jiwa atau 33,02 % dari jumlah penduduk.
  7. Tidak / Belum Tamat SD berjumlah 31.579 jiwa atau 46,1 % dari jumlah penduduk.
  • Agama
Penduduk di Kecamatan Ampel mayoritas beragama Islam ( 92 % ), Kristen / Katholik ( 4,52 % ) sedangkan Hindu – Budha ( 3,95 % ).
  • Mata Pencaharian
Mata pencaharian penduduk di Kecamatan Ampel mayoritas pada sektor pertanian 21,94 %, perkebunan sekitar 0,24 %, peternakan 3,42 %, industry 0,7 %, sedangkan yang lainnya tersebar pada sektor perdagangan, jasa, angkutan dan lain-lain.

KONDISI SOSIAL BUDAYA
Dalam konteks sosial budaya terdapat beberapa kegiatan yang sudah mengakar dan ternyata menjadi sebuah tradisi yang diselengarakan setiap tahunnya. Hal tersebut antara lain Sadranan sebagai wujud pemersatu silaturahmi yang dilaksanakan pada bulan- bulan tertentu. Contohnya pada bulan jawa Ruwah. Selain itu ada kegiatan Merti Desa yaitu kegiatan selamatan setelah melaksanakan kegiatan desa, hal tersebut juga bermakna sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT. Kelompok kesenian berupa reog yang sangat menjamur bermunculan di Kecamatan Ampel. Hal itu dapat dilihat pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 63 Tahun 2008 di Kecamatan Ampel dilaksanakan lomba reog, ternyata animo peserta dari desa se Kecamatan Ampel sangat antusias. Sebagai bukti bahwa Kesenian Reog di Kecamatan Ampel sangat prospektif adalah dengan dimenangkannya Lomba Reog Tk. Kabupaten Boyolali di Bumi Perkemahan Indraprastha Desa Candisari Kecamatan Ampel pada Tahun 2008 oleh Grup Kesenian Reog “WAHYU BUDOYO” dari Desa Ngagrong Kecamatan Ampel.








Pencarian

Berita

STOK BERAS AMAN HINGGA LEBARAN
ARUS MUDIK MULAI MASUK BOYOLALI
DEWAN SETUJUI RANPERDA PEMBANGUNAN
DPUPPK DIMINTA AWASI KETAT REKANAN PROYEK
BUPATI SERAHKAN BANTUAN DI SAMBI


Artikel

KESEHATAN

LINGKUNGAN

PENDIDIKAN

UMUM


Link
Username

Password

Remember me
Lupa Password

WEB MAIL LOGIN